RANGKUMAN
BUKU PENELITIAN AGAMA, MASALAH DAN PEMIKIRAN Hal.31-49
(Disusun oleh Mulyanto Sumardi)
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
PENDEKATAN DALAM PENGKAJIAN ISLAM (PPI)
Dosen : Bp Siswanto Masruri

Disusun oleh :
Suroto
Purnomo
PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER STUDI ISLAM
KONSENTRASI SUPERVISI
PENDIDIKAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2015
DIPERLUKAN PENDEKATAN BUKAN BARAT
TERHADAP
KAJIAN MASYARAKAT INDONESIA
DELIAR NOER
Tulisan ini merupakan pemikiran yang didasari pada perasaan
yang timbul setelah membaca suatu kajian penulis asing , kadang juga penulis
bangsa sendiri tentang masyarakat Indonesia, mungkin sekali dipengaruhi oleh
nilai-nilai yang bukan berasal dari masyarakat sendiri, sehingga diperlukan
pendekatan bukan barat terhadap kajian masyarakat Indonesia.
Umumnya
penulis barat dipengaruhi oleh dua aliran yaitu Liberal Kapitalis dan marxis.
Selain itu ada aliran yang bersumber kan agama , dalam hal ini adalah agama
kristen. Aliran tersebut menolak kedua aliran tersebut di atas. Pada kajian
masyarakat indonesia boleh dikatakan bahwa kedua aliran pertama lebih mendapat
tempat baik dalam pengertian positif maupun negatif. Dalam kenyataannya ,
kajian yang dilakukan biasanya tidak mencerminkan aliran-aliran tersebut secara
terpisah. Ada kecenderungan menggunakan pendekatan bercampur. Juga sumber yang
sama dari ketiga aliran tersebut yaitu sama sama berkembang di barat dengan
penduniawian agama kristen serta paham kebendaan yang mendasari pangkal tolak
aliran Liberal kapitalis dan marxisme.
Merujuk tulisan Ismail R Al Faruqi (1977) Syed
Muhammad Naquib Al-Attas (1977,1978) dan Muhammad Al-Hasan (1978), betapa
pendekatan yang dilakukan oleh banyak penulis barat tentang negara kita yang
beragam’a Islam lebih banyak berdasar pada pendekatan yang disertai
prasangka atau disertai perbandingan dengan negeri atau masyarakat yang tidak
relevan. Pendekatan ini juga terasa dalam tulisan-tulisan para ahli kita.
Akhirnya diperlukan diperlukan penilaian ulang dari
pendekatan yang diharapkan lebh dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam buku The
Myth of the lazy native Syed hussein Alatas menyanggah pengamat asing
tentang sifat orang orang melayu yang mereka sebutkan itu pemalas, tumpul,
khianat, kekanak-kanakan dan sebagainya. Syed Hussein berkesimpulan sifat
tersebut tumbuh pada pengamat bersangkutan karena penolakan orang kita
melibatkan diri dalam perkembangan ekonomi yang diselenggarakan perusahaan
barat. Pandangan ini bersandar pada lima sebab :
1. Generalisasi yang salah
2. Interpretasi tentang sesuatu tanpa memperhatikan
konteksnya.
3. Kurang rasa seperasaan
4. Prasangka yang disebabkan fanatisme sifat angkuh dan
sombong
5. Dominasi tanpa sadar .
Ada tiga hal yang sering dikemukakan penulis barat
dalam mengadakan analisa negeri dan orang indonesia pada umumnya
1.
Soal adat,
mereka berpendapat sangat bertentangan dengan islam
2.
Tentang
kedudukan wanita, mereka berpendapat bahwa kedudukan wanita sngat rendah dalam
Islam.
3.
Tentang Islam
itu sendiri, kata mereka ajaran islam tidak sesuai dengan zaman kini atau tidak
memenuhi tuntutan ilmu pengetahuan.
Kenyataan dalam sejarah menunjukkan , bahwa kedua
golongan yang disebut golongan adat dan golongan agama itu mempunyai hubungan
darah yang bersifat tidak ekslusif. Dalam golongan adat bisa dijumpai orang
alim dan dalam kalangan ulama dijumpai penghulu adat. Sehingga tidak ada
kemungkinan bertemunya kedua ajaran tersebut yang dicerminkan kata syarak
mangato, adat mamakai, adat bersendi syarak, syarak bersendikan
kitabullah. Misalkan dalam hal perkawinan , penulis barat sering
mengemukakan bahwa perkawinan dalam islam bersifat perjanjian (kontrak) antara
dua pribadi, sedang adat melihat dari segi hubungan keluarga , malah dua suku.
Penulis barat tidak mengemukakan bahwa dalam islam
perasaan kasih sayang dan cinta kasih serta saling memperhatikan termasuk hal
yang penting. Kedudukan wanita soal hubungan adat dan Islam sangat erat. Para
penulis barat mengatakan kedudukan wanita dalam Islam sangat rendah , tidak
sederajat dengan laki laki. Clifford Geertz berpendapat bahwa dengan perhatian
yang lebih banyak diberikan oleh orang orang melayu terhadap ajaran Islam, maka
isi ajaran Islam berkembang sehingga anti (kebudayaan) melayu dan India . Hary
J.Benda berpendapat Islam seperti yang diperjuangkan Masyumi dilihat dari
sudut nasionalisme yang berpusat ke jawa sebagai pengaruh yang dasarnya adalah
asing , tiada bersifat jawa, malah tiada bersifat Indonesia. Pandangan penulis
barat tentang kedua masalah ini mencerminkan pada dasarnya pandangan mereka
terhadap Islam .
Umumnya penulis barat merujuk pada pendekatan Max
Weber terhadap masyarakat. ia termasuk pelopor dalam ssosiologi terutama yang
berkenaan dengan agama. Ia membicarakan Yahudi, Kristen , budha , Tao dan
Konghucu, dan ia juga membicarakan agama Islam. Dikatakan bahwa agama Islam
akhirnya adalah agama tukang tukang perang saja.
Penulis barat kontemporer tidak senegatif itu dalam
melihat Islam, Nabi Muhammad dan para sahabat . mereka membatasi perhatian pada
gejala yang dapat diamati dengan panca indera kasar, bukan kekhas- san dari
satu satu agama , maka mereka tidak melihat sifat Islam. Clifford Geertz
melihat segala sesuatu yang bersifat misterius dan mistis pada orang orang jawa
sebagai agama atau bagian dari agama, sekurang kurangnya Agama jawa (the
religion of java)
Berbicara tentang Islam dalam hubungan dengan kajian
masyarakat , maka ia (Clifford Geertz) antara lain mengandung kekhasan berikut
:
· Bahwa ia
mencakup aspek rohani maupun aspek jasmani dan kedua aspek ini masing masing
bisa disamakan dengan aspek ukhrowi dan aspek duniawi
· Bahwa dalam
islam , manusia diakui mengetahui tentang dunia
· Bahwa ia
mengandung keseimbangan antara kehidupan individu dan kehidupan sosial.
· Bahwa ia tidak
mengenal sistem pendeta dan bahwa kesatuan rujukan ajaranya masih senantiasa
asli, Qur’an dan Sunnah.
Sungguhpun di antara penulis barat ada yang melihat
dan mengakui kekhasan ini, namun ada pula yang tidak peduli dengannya,
contohnya Weber. Lain dengan Kessler “perkembangan sosial dalam Islam tidak
ditentukan oleh ajaran agama.
Senada dengan Greetz paham paham Ahlu Sunnah dalam Islam “
dahulu tidak dan kini masih juga tidak mewakili paham yang utama tentang
kerohanian di Indonesia. Baginya aliran abangan --- tidak
sholat, tidak puasa di bulan Ramadhan, tidak ingin melakukan ibadah haji dan
katanya umumya juga makan daging babi, ----- merupakan mayoritas. Pendapat ini
didasarkan pada pengamatannya di satu kota kecil di Jawa ( Mojokuto ) . dan
dijeneralisasikannya unuk seluruh Pulau Jawa. Mereka lebih tertarik pada gejala
dan tingkah laku manusia dalam beragama tanpa menghubungkannya dengan agama itu
sendiri.
Batasan pandangan pertama menyebabkan sesuatu bersifat
relatif apalagi dengan perubahan masa dan tempat. Lebih membatasi diri pada
pengamatan tentang upacara, ritus dan ibadah dalam arti sempit. Sehingga dalam
islam tanggung jawab terakhir terletak pada masing masing individu. Pandangan
pertama menyejajarkan agama sebagai suatu aspek hidup diantara aspek aspek lain
lain seperti ekonomi, politik,ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pandangan kedua lebih bersifat transendental dan
universal yakni melihat agama (islam) sebagai cahaya yang menyinari segala
aspek hidup, atau sebagai faktor utama yang membentuk aspek hidup. Pandangan
ini juga mencari arti ibadah bagi pribadi serta bagi masyarakat, karena memang
arti ibadah itu mengandung dua segi. Umpamanya sholat mengika hubungan manusia
dengan Alloh dan sholat mencegah perbuatan keji dan munkar. Dalam Islam segala
macam aspek hidup dicakup dalam hukum, Fardhu , Sunnat , Jaiz , Mubah.
Masing masing kategori termasuk bidang yang luas, maka sebenarnya ruang gerak
bagi muslim sangat pula luas. Termasuk dalamnya bagian adat dalam masyarakat
yang sungguhpun mungkin berasal dari zaman sebelum Islam dikenal, bisa saja
dilanjutkan sesudah islam masuk, asalkan tidak bertentangan dengan pokok pokok
Kaidah.
Maka untuk selanjutnya kita perlu mengubah pendekatan kita. Ada dua jalan yang
perlu ditempuh untuk membuat kajian tentang masyarakat kita secara lebih dapat
dipertanggungjawabkan. Sarjana kita perlu mengkaji esensi masyarakat kita yang
memang beragama Islam. Kita perlu menumbuhkan dan mengembangkan istilah khusus
untuk menggambarkan masyarakat yang kita bahas itu. Menurut keyakinan Islam ,
hanya Islam yang tersimpul dalam Qur’an yang dijamin Alloh sampai akhir zaman.
Terima kasih.